Minggu, 09 Januari 2011

ACCES POINT

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology) atau yang lebih dikenal dengan sebutan dunia IT memang tidak bisa dipisahkan dengan kabel. Dunia IT yang erat hubungannya dengan dunia elektronik, masih menggantungkan hidupnya pada dunia kabel. Namun, seiring dengan kemajuan waktu dan teknologi, juga kebutuhan manusia akan mobilitas dan fleksibilitas yang tinggi menuntut sesuatu yang lebih praktis. Dan teknologi wireless memberikan jawaban untuk kebutuhan tersebut.
Saat ini, perkembangan teknologi jaringan komputer telah berkembang dengan pesat. Pada awal perkembangan teknologi jaringan komputer, infrastruktur berbasis kabel (wired) paling banyak dipakai. Lambat laun, ketergantungan teknologi kabel akan device tambahan dalam ruang lingkup multiuser menimbulkan efek negatif berupa kurangnya fleksibilitas yang mungkin pada saat ini tidak telalu signifikan karena saat ini device device tersebut masih dapat menggunakan teknologi berbasis kabel. Adapun factor fleksibilitas akan menjadi salah satu factor yan berpengaruh besar terhadap kinerja user secara jangka panjang. Hal inilah yang mendorong perkembangan teknologi nirkabel (wireless)., dimana multiuser dimungkinkan untuk berkomunikasi dan bertukar informasi secara bersamaan tanpa diperlukannya media kabel, cukup dengan memasang modul hardware yang mendukung teknologi wireless.
Dalam jaringan wireless tentu membutuhkan access point, dimana access point ini adalah sebuah alat yang menggunakan gelombang radio atau frekuensi, namun seiring dengan makin banyaknya access point yang dipakai, maka makin sulit seorang network administrator dalam me-manage jaringannya. Oleh sebab itu diperlukan sebuah system yang dapat membantu network administrator dalam mengatur jaringannya / acess point – access pointnya.
Problem yang dihadapi dalam access point adalah perlunya pertimbangan faktor-faktor internal gedung, antara lain penetrasi dinding gedung, absorbsi gelombang radio ke furniture / peralatan kantor yang ada, serta adanya loss sehubungan dengan adanya banyak orang di sekitar area gedung.
    1. Batasan Masalah

Dalam Laporan Praktek Kerja Lapangan saya membatasi masalah-masalah yang akan saya bahas yaitu:
  1. Pengertian Acces Point dan Gambarnya
  2. Langkah-langkah membuat Acces Point
  3. Cara Kerja Acces Point
  4. Manfaat Acces Point
  5. Konfigurasi Acces Point
  6. Setting Acces Point

1.3 Tujuan Kerja Praktek

Tujuan dan Manfaat dari Pembuatan Makalah dan PKL di PT TELKOM ini adalah :
  • Dapat memahami berbagai jenis jaringan computer.
  • Menerapkan semua ilmu yang berhubungan dengan bidang telekomunikasi
  • Mempelajari dan menganalisis mengenai teknologi telekomunikasi yang digunakan di PT Telkom.
  • Mengamati gambaran nyata mengenai lingkungan dan situasi kerja di PT Telkom.
  • Menjalankan kewajiban Tugas Kerja Praktek dari Politeknik Negeri PENAJAM sebagai syarat kelulusan

    1. Sistematika Penulisan

Bab I Pendahuluan
Pada bab ini berisi tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan kerja praktek, sistematika penulisan
Bab II Dasar Teori
2.1 Acces Point
2.2 Router
2.3 Switch dan Hub
Bab III Pembahasan
3.1 Cara Kerja Acces Point
3.2 Manfaat Acces Point
3.3 Langkah-langkah Pembuatan Acces Point
3.4 Konfigurasi Acces Point
3.5 Cara Setting Acces Point















BAB II
DASAR TEORI
    1. Acces Point
Add caption
Access Point adalah sebuah node yang telah dikonfigurasi secara khusus pada sebuah WLAN (Wireless Local Area Network). Access Point bertindak sebagai pusat pemancar dan penerima untuk sinyal-sinyal radio WLAN. Access Point sering disebut juga base station










    1. Router
Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN ) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Syarat disebut suatu router adalah sedikitnya ada 2 interface LAN Card (ethernet) yang terpasang.






Router berfungsi sebagai sebuah alat penghubung di antara rangkaian yang berlainan. Semasa paket dihantar, router akan menjalankan beberapa proses penting antaranya ialah: membuat terjemahan protokol, mengemaskini jadual haluan, mengirim paket, membungkus paket dan membuka bungkusan paket. Selain itu juga router berperanan untuk menapis trafik dengan membenarkan paket tertentu sahaja. Ini membolehkannya bertindak sebagai alat pelindung ringkas bagi rangkaian anda.
Prinsip Kerja router sangat mudah yakni membelokkan data dari satu Sis ke Sis yang lain. Untuk konfigurasi Router dengan menggunakan PC ( OS WIN Xp ) sangatlah Mudah :
1. Pastikan Kompi anda memiliki minimal 2 buah LAN Card ( Apabila anda hanya menggunakan 2 Sis )
2. Berikan konfigurasi jaringan sesuai Sis yang anda gunakan pada setiap LAN Card. ( Pastikan tiap lan menggunakan Sis yang berbeda )
3. Ping atau test koneksi ke tiap Sis, dari router. pastikan Semua koneksi dalam keadaan Baik
4. Share Lan card Anda dengan cara :
- Klik kanan pada Lan Card Kemudian pada Tab Advance Pastikan ada pilihan use another network to bla bla bla dst.
- Setelah itu coba lakukan ping dari komputer lain ( Antar client yang berbeda Sis ), Pastikan Jawaban Replay
    1. Hub dan Switch
Hub dan Switch merupakan salah satu alat yang digunakan dalam membangun suatu jaringan komputer yang biasanya jaringan tersebut terdiri dari 2 atau lebih komputer. Biasanya alat ini digunakan dalam membangun jaringan LAN (Local Area Network). Topologi yang menggukan kedua device ini adalah topologi star. Berikut ini adalah penjelasan kedua alat tersebut.


  • Hub


Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub tidak menyaring menerjemahkan sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel. Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.
  • Switch


Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer). Maksudnya, switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima.














BAB III
PEMBAHASAN
    1. Cara Kerja Acces Point
Untuk melakukan komunikasi 2 buah komputer atau lebih pada mode Infrastruktur, semua komputer yang akan dihubungkan dengan jaringan wireless harus memiliki wireless adapter atau untuk Laptop memiliki fasilitas Wi -Fi dan Access Point. Access Point dengan router didalamnya berfungsi/berperan sama seperti switch/Hub. Untuk menyetting wirelless router ini bisa menggunakan Software yang sudah tersedia dalam kemasan atau bisa menggunakan web Browser. Menggunakan web browser umumnya lebih mudah dan praktis.
      1. Alat dan Bahan
Access Point Lengkap
Kabel LAN Straight
Laptop berwifi/komputer dengan wifi adapter.
      1. Cara Kerja Acces Point
Letakkan Access Point pada tempat yang optimum, biasanya berada di tengah tengah dan line of sight dengan PC maupun wireless accessories (adapter dan router).
Hubungkan AC power adapter ke socket power Access Point.
Hubungkan ujung kabel UTP straight ke Access Point (Internet) dan ujung kabel lainnya ke Switch/hub.
Jika Access Point sudah dipakai sebelumnya, kita reset terlebih dulu dengan memencet tombol reset di bagian belakang access point selama 30 detik pake paper clip/bolpoint.
Nyalakan wifi laptop dan refresh pada wireless network connection. Pastikan sudah terdapat sinyal wifi dari access point kita. Koneksikan laptop dengan sinyal wifi tersebut. Biasanya kalau gak tertulis “default” pasti merek dari access point, misal “linksys”
    1. Manfaat Acces Point
Access point sangat dibutuhkan jika Anda ingin membuat sebuah infrastruktur jaringan wireless. Dengan menggunakan AP, maka sebuah jaringan komunikasi akan terbentuk tidak hanya dua atau tiga perangkat saja yang dapat berkomunikasi tetapi cukup banyak yang dapat saling berbicara dengan perantara sinyal radio ini. Selain itu dengan menggunakan AP, jaringan kabel dengan wireless juga dapat berhubungan sehingga komunikasi jaringan menjadi lebih lebar. Pengaplikasian AP yang banyak dilakukan saat ini adalah melakukan pembagian bandwidth Internet dari link Internet ADSL atau Kabel, sehingga dapat digunakan oleh banyak orang. AP juga dapat memperluas jangkauan jaringan Anda menjadi lebih lebar daripada jaringan kabel Anda yang ada.
Namun jika Anda ingin membangun koneksi hanya dengan sebuah perangkat wireless lainnya, AP tidaklah mutlak diperlukan. Anda dapat mengoperasikan perangkat wireless Anda dalam mode peer-to-peer atau yang lebih dikenal dengan istilah mode Ad-Hoc. Tetapi, kekurangan dari komunikasi mode Ad-Hoc ini Anda tidak dapat membangun jaringan wireless yang luas karenamemang sifatnya yang Point-to-Point.
Jarak jangkauannya pun tidak bisa terlalu jauh karena sistem WI-FI pada perangkat aplikasi tidaklah terlalu besar powernya. Selain itu, cukup sulit bagi Anda untuk mengatur traffic data Anda jika ingin berpindah-pindah lawan komunikasi. Jadi sebenarnya menggunakan AP untuk jaringan wireless sangat menguntungkan.
Anda akan sering menemukan dua batasan jika berhubungan dengan pertanyaan berapa banyak pengguna yang dapat dilayani oleh sebuah AP. Batasan pertama, yaitu limitasi dari perangkat AP itu sendiri. Sering kali produsen AP melakukan pembatasan jumlah pengguna yang dapat terkoneksi ke jaringan wireless yang dibentuknya. Biasanya tujuan dari limitasi ini adalah untuk menjaga kualitas jaringan wireless yang disediakannya. Namun Anda akan cukup kesulitan jika penggunanya sudah berjumlah banyak.Batasan kedua adalah banyaknya data yang ingin lalu-lalang di dalam jaringan wireless tersebut. Sebuah AP juga memiliki batasan dalam menyediakan bandwidth untuk media wireless-nya. Ketika ada pengguna yang melakukan download atau upload data dalam jumlah besar, secara otomatis sesi yang dapat terbentuk untuk pengguna lain akan berkurang jumlahnya. Penyebabnya adalah bandwidth yang juga semakin kecil jatahnya untuk pengguna tersebut. Ketika bandwidth-nya tidak mencukupi untuk melayani pengguna lain, maka pengguna tersebut tidak akan dapat bergabung dengan jaringan wireless ini. Problem terbatasnya jumlah pengguna yang dapat terkoneksi ke sebuah AP dapat diatasi dengan menambahkan perangkat AP lain dalam area jaringan wireless tersebut.
    1. Langkah – langkah Pembuatan Acces Point
Untuk anda yg ingin membuat Access Point sendiri, semisal untuk keperluan kantor, ingin membagi akses internet anda ke orang lain yang ada di kantor anda, restoran anda, atau untuk keperluan lainnya agar dapat diakses menggunakan wi-fi, berikut ada langkah-langkah yang akan menuntun anda secara singkat membangun Wi-Fi Zone sendiri :
- Anda tentunya sudah langganan internet ADSL (Speedy, FastNet, atau lain sebagainya).
- Dari modem ADSL anda, akan keluar jalur koneksi ke komputer berupa LAN atau USB, catat MAC address untuk device yang aktif, caranya dengan masuk command prompt, ketik ipconfig -all
- Dengan demikian akan diperlihatkan networking device pada komputer yang sedang aktif berikut MAC addressnya, jika sebelumnya koneksi dari modem menggunakan LAN, catat MAC address untuk LAN pada komputer anda, jika menggunakan USB, lakukan langkah yang sama.
- Lalu belilah wireless router, saya biasanya pakai LinkSys (yang harganya sekitar 530ribu).
- Colokkan kabel LAN dari router ke PC untuk setting router, ketikkan 192.168.1.1 dari internet explorer, maka akan terbuka halaman untuk setting router.
- Pelajari dulu secara singkat menu-menu yang ada disana, router LinkSys cukup jelas kok memberikan keterangan-keterangan.
- Langkah pertama yang harus dilakukan agar router bisa terkoneksi ke modem dan membagi internet connection adalah dengan mengganti MAC address router dengan MAC address yang tadi kita catat (mengkloning).
- Karena biasanya ISP memfilter MAC address untuk koneksi internet kita.
- Setelah itu setting DHCP pada router, setting nama jaringan (SSID) pada router.
- Untuk setting security tidak dapat saya beri tahu disini karena langkahnya pandjang dan rumit.
- Setelah semua tahap dilalui, cabut kabel LAN dari router, lalu colokkan kabel LAN yang dari MODEM ADSL anda, dan otomatis router anda akan membagi internet connection kepada device-device yang terhubung pada router tersebut.
- Anda bisa mencari cara setting wireless router linksys lewat google, terutama untuk securitynya, sebab tutorial ini belum menjelaskan masalah pengaturan hak akses dan security pada sebuat Hotspot.








    1. Konfigurasi Acces Point
Ada dua buah perangkat wireless, satu buah jenis wireless Access Point (AP) dan sebuah lagi Wireless Cable/DSL Router. Kedua perangkat ini sudah lama tidak difungsikan secara optimal, langsung saja timbul rasa penasaran untuk melakukan konfigurasi AP. Model dan merk perangkat wireless tidak disebutkan, karena tidak dapat fee dari vendor dan memungkinkan exploitasi menjadi lebih mudah oleh pengakses ilegal yang ada di area sekitar kantor. Konfigurasi pertama dilakukan terhadap AP, ada passwordnya, password default telah berganti, tidak perlu bertanya ke konfigurator sebelumnya, cari cara untuk melakukan reset ke default factory setting di google.com, dapat beberapa informasi dari forum/milis, setelah dicoba akhirnya konfigurasi AP kembali ke setting awal. Interface untuk mengatur setting AP dilakukan dengan memasukkan alamat IP perangkat AP melalui browser, beberapa konfigurasi dilakukan, diantaranya dengan: Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA) Ligature akses berdasarkan MAC Address device pengakses dsb Beberapa konfigurasi yang dibuat tidak bekerja dengan baik, misalnya meski DHCP server telah diatur, AP tidak memberikan IP sesuai dengan alokasi yang ditentukan.
Biasanya perangkat yang mempunyai firmware semacam AP akan menyediakan upgrade firmware untuk melakukan perbaikan, bahkan dengan upgrade firmware akan ada fungsi tambahan atau baru. Langsung saja cari firmware terbaru untuk AP di website vendor. Ternyata sudah ada beberapa release terhadap firmware lama yang ada di AP, download firmware versi terakhir. Firmware yang di download berbentuk file executable, jalankan file tersebut akan melakukan decompress dan menghasilkan file README dan firmware update. Proses upgrade dapat dilakukan secara mudah, yaitu langsung dilakukan melalui browser, masukkan file firmware update, kemudian klik sumbit, dalam waktu kurang dari satu menit proses upgrade selesai dan firmware baru langsung terpasang. Reset ke default factory setting dilakukan sesuai rekomendasi Vendor yang ada di file README.Upgrade firmware memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu DHCP server dapat berfungsi dengan baik dan tersedianya fasilitas tambahan/baru yaitu perangkat wireless sekarang fungsinya menjadi tiga jenis: Access Point (fungsi default)Client Bridge ModeRepeater Mode AP dan Komputer Server
Saat ini AP telah berfungsi dengan baik dan benar, selanjutnya ada keinginan untuk menyiapkan sebuah komputer untuk dijadikan sebuah server yang akan menyediakan fungsi untuk: Pengelolaan userPengelolaan akses Proxy dan Firewall Pengelolaan authentifikasi Mencatat log/history akses Menyediakan fitur billing.
    1. Setting Acces Point










langkah-langkah setting AP Linksys adalah sebagai berikut :
Konfigurasi Software
1. Setting modem TP-LINK
Colok kabel ke port LAN modem.
Ketik http://192.168.1.1 pada web browser.
(Kalau Anda menginstal XAMPP ataupun Appserver, silahkan dinonaktifkan terlebih dahulu)
Login dengan admin, password: admin
Settingan dari speedy tidak perlu di ubah, hanya saja matikan DHCP server.
DNS sudah diisikan lebih dulu oleh teknisi speedy. Biasanya : 202.134.1.10 dan 202.134.0.155
Catat 2 alamat DNS tersebut. DNS ini akan digunakan pada router nantinya.
2. Settingan di router linksys
Colok kabel ke salah satu dari empat port LAN.
Ketik http://192.168.1.1 pada web browser
Default, Jika setting username belum di ubah…
Username : kosongkan saja
Password : admin
Di menu BASIC SETUP
Pilih static IP
Internet IP Address: 192.168.1.10 (Ini adalah IP Linksys yang dikenali oleh si modem)
Subnet Mask: 255.255.255.0
Gateway: 192.168.1.1 (Ini adalah gateway dari si modem, port perantara yang terhubung ke jalur speedy)
Static DNS 1: 202.134.1.10 (Sesuai setingan dari speedy)
Static DNS 2: 202.134.0.155 (Sesuai setingan dari speedy)
Local IP Address: 192.168.2.1 (ini adalah IP Wireless-LAN dari si router Linksys, yang dikenali oleh computer client)
Subnet Mask: 255.255.255.0
Tekan apply, kemudian continue
Keterangan tambahan:
Jika mengetikkan http://192.168.1.10 hasilnya akan sama dengan 192.168.2.1, karena kedua nya adalah alamat IP dari si router, untuk konfigurasi.
DHCP Server: Enable
Starting IP Address: 192.168.2.100 (IP device, semisal laptop anda yang akan diberikan IP ketika terdeteksi oleh router Linksys)
Maximum Number of DHCP Users: 10 (isi dengan jumlah client yang di inginkan)
Client Lease Time : 0 minutes (0 means one day)
WINS : 0.0.0.0
Tekan apply, kemudian continue.
Di menu WIRELESS >>>Basic Wireless Settings
Network Mode: Mixed
Network Name (SSID): ADAbisnis Hotspot (sesuai keinginan anda)
Radio Band: auto
Wide Channel: auto
Standard Channel: auto
Wireless SSID Broadcast: Enable
Tekan apply, kemudian continue
SECURITY
Jika ingin menggunakan password untuk koneksi:
Wireless -> Wireless Security -> Enabled
Pilih WEP, WPA, dst
Isi passphrase. Pada WEP, key akan di generate, pilih saja Key 1. Kemudian gunakanlah key tersebut pada computer client.
Ini digunakan untuk memproteksi internet anda dari pencolong koneksi.
Tekan apply, kemudian continue.
3. Hubungkan Semua Devicenya
Konfigurasi Hardware
Alur koneksi:
KONEKSI SPEEDY –> MODEM TP-LINK –> Wireless Router LINKSYS –> WIRELESS DEVICE (Computer Client)
Keterangan:
Koneksi speedy ke modem menggunakan kabel telpon melalui splitter.
Kokeksi modem ke linksys menggunakan kabel biru standard (RJ-45, kabel jaringan LAN).
Koneksi linksys ke laptop, secara wireless, tidak perlu kabel.
4. Testing
Dari command prompt
Ping 192.168.1.1
Jika ada reply, berarti modem bisa diconfigurasi secara wireless
Ping 192.168.1.10
Atau
Ping 192.168.2.1
Jika ada reply, berarti wireless router bisa dikonfigurasi secara wireless.
Ping www.google.com
Jika ada reply berarti anda sudah siap nyebur ke dunia maya!
5. Saatnya Browsing….
Koneksi sudah siap pakai, speedy sudah bisa diakses dari jarak bermeter-meter secara nirkabel!
Untuk memastikan ketik : google.com pada web browser


















BAB IV
KESIMPULAN


    1. Kesimpulan
Dari laporan ini dapat saya simpulkan bahwa Acces Point adalah node yang telah dikonfigurasi secara khusus pada sebuah WLAN (Wireless Local Area Network). Access Point bertindak sebagai pusat pemancar dan penerima untuk sinyal-sinyal radio WLAN. Access Point sering disebut juga base station. Fungsi Access Point ibaratnya sebagai Hub/Switch di jaringan lokal, yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda
    1. Saran
Saya harap dari penjelasan di atas diharapkan masyarakat Politeknik mengerti tentang Acces Point khususnya mahasiswa/i Teknologi Informasi.












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar